Madiun:Kuras Dompet!

December 29, 2006 on 4:04 pm | In Sibuk |

Senin kemarin,selain hari natal juga ditetapkan sebagai hari keberangkatan kami,untuk jalan-jalan dan “nengok” barang antik di Madiun. Ditemani dua ekor eBlis,yang ini dan yang itu,berangkatlah kami dari kos si eBlis yang ini pukul 5 pagi -rencananaya!-. Karena kelelahan kopdar kemarin -ngeles!- kami akhirnya minggat dari jogja satu jam dari waktu yang telah ditentukan,biasaaa…

Melalui jalan Solo -haiyo no,lewat ndi meneh?!- kami sempat menikmati pemandangan merapi pagi hari dari atas fly over janti. Hmmm..dah dapat “hiburan” pagi-pagi. Cari hiburan? Kalau itu bukan alasan! Memang itu tujuan utamakami,jalan-jalan,
makan-makan dan senang-senang!

merapi pagi hari

Perjalanan ke Solo tanpa halangan. Memang,senin itu suasana tidak biasa,tentu saja karena hari itu hari Natal bagi ummat Nasrani. Banyak aparat keamanan berjaga di sekitar tempat ibadah tempat berlangsungnya peringatan Natal.

Sego Pecel Abang Solo
Sesampai di Solo,seperti kami harapkan dan rencanakan sebelumnya,kami singgah dan menyantap sego pecel abang khas solo. Pedagang yang beruntung kali ini adalah Embah yang ada di jalan menuju perumahan Fajar Indah,tempat kediaman si musang.

3 sarapan pecel sego abang solo

pecel sego abang solo

Setelah cukup berkeringat,bukan karena olahraga,karena menghabisi 2 porsi sego pecel (putih dan abang,saya memang nasionalis!),kami melanjutkan perjalanan dengan perut “cukup” kenyang dan lidah yang meronta untuk diguyur minuman dingin.

Tawangmangu-Lawu-Sarangan
Karanganyar,Tawangmangu, Gunung Lawu dan obyek wisata Telaga Sarangan menjadi area yang harus ditempuh trio eBlis kali ini. Inilah jalan kebenaran -Hallah!!..- dimana banyak pemandangan yang membuat takjub saat mata mamandang! Sawah yang terbentang luas,mendaki bukit,lewati lembah,sungai mengalir indah ke samudera,bersama kawan bertualang (kok malah lagune Ninja Hatori?!).

tawangmangu-lawu

Setelah melalui Cemoro Kandang Jawa Timur,kami melalui jalan raya,yang konon tertinggi di pulau jawa (ho’o to Zam?). Berkawan kabut dan tertiup dinginnya udara pegunungan,cieeee…,kami melalui jalur di kaki gunung lawu dengan hati-hati. Motor yang kami kendarai memang harus sedikit banting tulang (?) mengingat kondisi jalan yang naik-turun.

highest high road in java

Melewati Magetan,yang katanya “Kota Wisata”,tidak banyak yang dapat saya ceritakan,kecuali jalanan kota yang lebih rapi dan bersih dari Jogja (mungkin karena bukan kota besar kali yaa?!) dan “produk lokal” nya yang lebih “sip” dari madiun! Hmmm…

madiun kota gasid (?)

Jam sepuluh enjing. Sampai juga di Madiun. Ternyata gak jauh banget,ming sak plinthengan wetan kono. Madiun Kota Gadis! Sempat kecewa atas slogan ini,karena saya tidak banyak melihat “barang bagus” di seputaran kota. Perdagangan dan Industri,juga tidak sesuai dijadikan slogan,jika melihat geliat ekonomi dan kesibukan kota ini. Weisss,keren juga toh aku dadi komentator!

Kuliner Day!!!
Dawet,kami disambut minuman ini di rumah Om nya Dipto (Asyem,koe kok iso diundang Ito’ ki soko ngendi to dab?!). Dawet yang menggelontor kerongkongan cukup mengguyur rasa lelah kami,dismping suasana desa yang khas menjadi kudapan pendamping kami kala itu.

dawet

Setelah ngobrol ngalor-ngidul-ngetan-ngulon,tentang barang antik,sepeda, dan diselingi sholat dhuhur (Edan dab! Aku tekan Mejid sebelum adzan lho! Prestasi yang membanggakan!!),kami dihadapkan pada rujak cingur madiun. Ini bukan godaan,tetapi tantangan! Sikat!!!

rujak cingur

Istirahat dan gojek,menjadi kegiatan terakhir kami di madiun,tentu saja setelah selingan obrolan yang SokSerius. Setelah pamitan,motor kami yang baru istirahat sejenak setelah prjalanan yang panjang,harus kami geber kembali untuk menaklukan bukit terjal seputaran Sarangan-Lawu-Tawangmangu.

telaga sarangan

Brem dan Durian Matesih
Buah yang disebut diatas seolah-olah menjadi motivasi utama kami menghabiskan waktu hari itu. Setelah membeli Brem,seolah-olah sebagai oleh-oleh (Ming tuku siji! Pitu setengah! Paling dipangan dewe karo dek’e!). Masih melalui jalan yang sama saat berangkat. Perjalanan pulang harus disertai dengan doa,agar motor yang kami kendalikan supaya baik jalannya (Walah,koyo Pak Kusir wae…) dan tidak mengalami nasib sial seperti gambar di bawah ini…

jalanan menantang

nanjak abiz!!

Jalanan menantang yang memaksa kami mengeluarkan seluruh skill mengemudi kami,weisss..! Jalan yang kami lalui saat berangkat kembali tertutup kabut,sepi pula! Gairah “model dan potograper” dari diri kami tiba-tiba melonjak tajam! Poto-potolah kami di tengah jalan,njebabah,SokGagah,segala gaya dan upaya kami kerahkan,weee…!

sepi berkabut

Tanpa menghiraukan lingkungan sekitar,kami menuju Karanganyar. dalam benak kami hanya ada durian..durian…dan durian,buah surgawi! Konon,singgahlah kami di warung di tepi jalan daerah Matesih,Karanganyar. Empat durian langsung kami pesan! Tiga untuk masing-masing dibawa pulang ke jogja,satu disantap di tempat. Namun,iman kami tergoda. Kondisi lapangan menuntut kami hingga menyisakan satu durian untuk dibawa pulang! Durian Matesih,hati-hati! Jangan sembarangan memilih,memang bau durian yang khas membutakan hati dan pikiran. Mintalah sang pedagang membuka irisan durian dan menunjukkan isinya. Pilih yang berwarna kuning,bukan yang putih! Semakin kuning dan tebal kulitnya,rasanya semakin mantabz….

durian matesih#1

durian matesih#2

Kuras kantong
Tanpa saya ceritakan sebelumnya,semua tentu tahu,perjalanan jauh memang menyisakan banyak cerita. Tapi tidak menyisakan banyak uang! Kondisi hujan deras membuat dramatis suasana senja itu. Dengan jas hujan bocor (Asyem! 40ewu dab,bocor!!),kantong menipis,kami pulang ke Jogja tercinta,eh..mampir dulu ding di musholah SPBU,solat dan…poto-poto!

oleh-oleh (?)

kuras kantong

Demikian legenda trio eBlis nJajah nagari JaTim.
Wis..kesel le cerito!

24 Orang SokKomentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. hehehe.. ga jadi hatrik postingan.. ;))

    Comment by kenz — December 30, 2006 #

  2. hwahahaha…
    alhamdulillah saya ga jadi ikut
    :P

    Comment by thestoopid — December 30, 2006 #

  3. jirut.. suk meneh ra sah jak-jak aku!!

    Comment by eblis ini — December 30, 2006 #

  4. hmmm….3tukang ojek mejeng…
    hihihi…
    *kabur…*

    Comment by Junkerz side B — January 3, 2007 #

  5. jirut =)) >:)

    Comment by terasi — January 10, 2007 #

  6. Asik juga nie petualangannya. coba gw ikut ya…

    Comment by ade — August 25, 2007 #

  7. lagi ngono cuk, uwis sambat? aku ketok surabaya bolak bali sedino tanpo leren cuk! yo wis ngono wae teruskan perjuanganmu muga-muga isoh luwih adoh meneh

    Comment by pepen — September 9, 2007 #

  8. wah … asyik ya guyupnya.
    jadi kepengen kembali ke waktu2 itu.

    Comment by temens — January 9, 2008 #

  9. siiip siiip,,,
    wah kayaknya heboh banget yach travel-nya…
    voto2nya juga keren

    ditunggu tulisan buat jalan2 berikutnya

    Comment by justranie — April 2, 2008 #

  10. oya rek..
    nambah lagi..
    ditunggu jalan2nya di surabaya…

    dijamin gak “ngere”

    Comment by justranie — April 2, 2008 #

  11. Kok ora mampir grojogan sewu…….?Doel!

    Comment by Jabrix — April 17, 2008 #

  12. mas napa gak mampir ke gerojogan sewu makan soto ayam pak mikun bp aku.minum wedang ronde.wah gak seru lo klo gak mampir.lam kenal putri solo.di malysia.

    Comment by wiwin — May 19, 2008 #

  13. ditunggu lagi jaln2nya ke tawangmangu.tapi mampir ke tempat aku ya pasti seru.tapi tunggu aku pulang dari malysia dulu………………he…he.

    Comment by wiwin — May 19, 2008 #

  14. bagus tuh!!

    Comment by gina — November 26, 2008 #

  15. lagi jalan koyo ngono wae wes sambat kutu kupret kabeh….kon drg pernah ngarsake rute JKT-MGT. to pret kampret,,,,jajal cobaen, yen tak rasake ng bokong tepos, nek mnyang MGT ojo lali ngombe ARJO dijamin mak nyus,(SAMSU nGemah) kuwi sing dodol ARJO.murah meriah neng awak dadi sehat. coba kabeh yo pret.

    Comment by iane — December 3, 2008 #

  16. haha..madiun kaya gimana si..
    jelasin dong..mau tau pengalamannya lageh.

    Comment by na bera — January 14, 2009 #

  17. we…. elok aku pengen rono meneh,kui liwate opo magetan? ndah ado’e…. nang telaga sarangan aku pengen rono wis sue aku ra rono kangen aku. enak meneh nang cemoro sewu,mak nyus…. ADEM>>>>>>>

    Comment by @DY supriyanto — January 21, 2009 #

  18. we ki pancene cah GATEL………….

    Comment by KEY — March 7, 2009 #

  19. Wuich…..sweruu bwangeet ya?!
    Jadi pengeeeeen…… ^_^

    Comment by nith.. — March 9, 2009 #

  20. iya dunk, madiun gt. gue jg cinta abis tuh ma kota itu. byk knangan dsana heee….. jg kngen ne ma madiun!

    Comment by vika — May 24, 2009 #

  21. aku juga sependapat..madiun kota gadis? jelek banget slogan itu! mungkin bupatinya mata gadisen po yo ? g punya ide…itu identik rayuan apa suka jajan nang sarkem kali…….. saya minta slogan itu diganti secepatnya. banyak wanita yg sudah tidak gadis ingin gantung diri, tidak hanya itu simbah2, janda juga…. merea serasa tersiksa dengan slogan itu .

    Comment by daliman — December 14, 2009 #

  22. pokok-e madiun kota sing paling yes…………..

    Comment by catur — December 23, 2009 #

  23. pokoke madiun kota sing paling yes………………

    Comment by catur — December 23, 2009 #

  24. Kalo yg baca Madiun Kota Gadis langsung kepikiran cewek cewek cakep, berarti yg mesuk utek e. hahahaha

    Baca dulu histori nya, baru bicara. Thats why we got internet

    Comment by soksok — November 29, 2013 #

SokKomentar

badak

XHTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>

Powered by WordPress with Pool theme design by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds. Valid XHTML and CSS. ^Top^