Belum sebulan!

January 27, 2007 on 10:51 am | In Obrolan, Hari ini | 38 Orang SokKomentar

Tiga puluh desember tahun lalu. Tepat saat semua berkumpul dan siap-siap berangkat menuju resto franchise pizza yang terkenal itu. Diri ini dikejutkan dengan raibnya helm kesayangan yang telah menemani petualangan-petualangan seru! :-O
Hilang persis disamping warnet gratisan. !!

Helm item merek BMC yang dibeli di Semarang pun lenyap sudah bersama kenangan-kenangan yang tak tergantikan. Benda yang ditebus delapan puluh lima ribu di deket kost-an di kawasan Pleburan, juga karena kehilangan helm yang lebih murahan, persis seperti milik eBlis itu. Setelah dibeli pun, hari berikutnya langsung dites dengan kerasnya coneblock di area Gereja Blenduk-Semarang, ya, langsung dipakai ngglangsar!!! Benar-benar benda penuh kenangan… :(

Setelah raib, kantong ini harus kehilangan tujuh puluh delapan ribu lagi (+500 buat parkir) di kawasan penjualan helm Kotabaru, ditemani eBlis bodoh saat harus membawa pulang helm dengan merek dan jenis yang sama, cuma beda warna, kali ini item dof.

helem baru item dof, ilang lageee!!!

Nah!! Belum puas dengan dua kali kehilangan helm. Jumat dua puluh enam January kemarin, kenangan pahit harus terulang di kampus ini. Helm yang belum genap dinikmati sebulan harus lenyap lagi!! Kali ini depan gedung Jurusan samping warung bakso menjadi tempat kejadian perkaranya. Helm item dof dengan stiker CahAndong pun harus rela dipinjam tanpa kembali.

Dengan berat hati, kembali ke Kotabaru, berbekal uang sisa bayar kuliahan, ketemu dengan penjual yang sama, kali ini ditemani siluman musang, dengan harga yang sama pula (tujuh puluh delapan ribu), tanpa kapok saya membawa pulang helm dengan merek, jenis dan warna yang sama!! Semoga ini yang terakhir..

Oalah Gustiii…paringono helm sabar…… [-o<

Bayar….Lagi !!!

January 25, 2007 on 11:54 am | In Obrolan, Hari ini | 13 Orang SokKomentar

Bayar lagi. Tiap awal semester yang kali ini terasa sedikit berbeda. Sejuta dua ratus sembilan puluh ribu rupiah “saja” biaya yang harus dikeluarkan untuk bisa mempertahankan status mahasiswa di Universitas ini. Status yang di waktu tertentu membuat bangga anggotanya. Dan di saat seperti ini, membuat gila anggotanya!! Bilamanakah aku selesai dan diberi kepercayaan untuk mengemban status yang baru, yang mungkin lebih berat dipikul.

Hey, semua! Doakan aku agar lancar dan selesai dengan terhormat…..

1000 Buku Untuk Tunanetra (lanjutan)

January 24, 2007 on 9:46 am | In Kejang Otak, Hari ini | 6 Orang SokKomentar

Wow..ada juga yang tertarik!
Oke, to the point saja!

Temen-temen *SokKenal* bisa baca sendiri disini. Disitu ada petunjuk lengkapnya. Tapi jika ingin mendengarkan dari penuturan saya langsung…*ehem,gaya!* setahu saya sih begini… Ketagihan! Baca lagi.. 1000 Buku Untuk Tunanetra (lanjutan)…

1000 Buku Untuk Tunanetra

January 23, 2007 on 2:31 pm | In Kejang Otak, Hari ini | 16 Orang SokKomentar

Pernahkah kita bayangkan, hidup tanpa warna-warni dunia, yang dapat dinikmati hanya dengan sepasang bola mata kita? Pernahkan kita sejenak renungkan, tawa canda, gelak tawa ceria hanya dapat kita dengarkan? Saat menikmati indahnya dunia, bagaimana rasanya saudara kita yang dalam terang warna dunia hanya mampu melihat sepi?

Cukup sampai disitu! Ini bukan perenungan. Perenunganpun takkan ada makna yang dapat kita sampaikan pada mereka. Mereka? Saudara kita yang hanya mampu melihat sepi dalam terang warna dunia. Bagaimana kita menyantap indahnya senja sore hari, melihat pria rupawan dan gadis jelita, warna indah pelangi, hanya mampu mereka dengar dongeng dari bibir manusia yang mungkin tak pernah memikirkan mereka!!

Sadarkah kita, indra apa yang paling sering berinteraksi dengan komputer saat blogging? Mata! Ada jutaan saudara kita yang bahkan tak mampu mendeskripsikan hurup B dalam kata Blogging sebagai gambar 2 dimensi. Tapi mereka juga ingin menikmati ramainya dunia, hanya dengan membaca.

Apa yang sudah kita (saya!!) lakukan untuk membantu mereka? Sebagian saudara kita sudah lebih dahulu melangkah, membantu dengan jari-jemari mereka. Ya! Buku bagi tunanetra, pernahkah kita bayangkan sebelumnya? Buku yang tidak mengandalkan gambar 2 dimensi yang disebut “huruf”. Buku yang diperuntukkan bagi mereka dalam bentuk Braille.

Saya pun belum berbuat apapun bagi mereka…
Mari kita sama-sama…

Terinspirasi dari para relawan yang dicintai Tuhan karena tangan dan jemari mereka..

ps: semua yang merasa mampu mengetik dan mengoperasikan software word processing Mic.Word, terketuk hatinya, terbuka kalbunya, mari…bantu mereka!! Kirimkan tulisan anda!! Jangan bangga jadi selebblog tanpa dapat menulis bagi orang lain!!

Terbang

January 15, 2007 on 11:42 pm | In Kejang Otak, Hari ini | 21 Orang SokKomentar

Dikisahkan dengan lembut oleh Syafi’ie Antonio, pada pagi ini dalam Kajian Silaturahmi. Ternyata membuatku sedikit termenung untuk mengambil hikmah dari kisah ini. Konon, dalam kehidupan seekor burung, ada hikmah yang sepatutnya ditiru oleh manusia.

Seekor burung, kata Syafi’ie, pasti bangun pagi-pagi benar. Tidak ada burung yang bangun pukul tujuh atau delapan, kecuali sakit atau sudah meninggal. Burung yang bangun pagi-pagi ini, lalu mulai mengembangkan sayapnya. Dan sejenak ia bertanya pada Tuhan-nya. “Tuhan, apakah ada udara untukku pagi ini?”. Dan Tuhan pun menjawab, “Oh, jangan khawatir, selalu tersedia udara yang melimpah untukmu”.

Dan burung pun mengepakkan sayapnya lalu terbang. Nah, burung yang semenjak pagi ini terbang, lalu mencari makan seharian. Dan Tuhan pun pernah berpesan mengenai perjalanan burung ini, “Janganlah kamu terbang ke gurun pasir, atau tempat tandus, terbanglah ke padang ilalang atau tempat yang menghijau, dimana kau akan temukan banyak rejeki disana”.

Setiap burung yang terbang pagi, mencari makan menuju tempat yang hijau dan terdapat banyak makanan, biasanya selalu pulang ke kandangnya setelah seharian dengan perut kenyang. Tentu saja, dia pulang membawa makanan untuk keluarganya.

Nah, dari perjalanan terbangnya burung, kita manusia, dapat mengambil hikmah. Pertama, burung yang bangun pagi-pagi dan berdialog dengan Tuhan-nya selalu memiliki KOMITMEN dalam hidup ini. Dan tiap kali ia terbang yang ia kerjakan hanyalah PROSES mengepakkan sayap dan terbang tinggi menuju tempat yang dimana ia dapat mendapatkan rejeki yang melimpah. Karena ia YAKIN bahwa udara, rejeki serta ANUGERAH di padang ilalang yang subur telah disediakan dengan cukup oleh Tuhan.

Dari kehidupan terbangnya burung ini, dapat dipetik pula dua hikmah lainnya. Bahwa burung selalu BERHEMAT, meski ia pulang dalam keadaan kenyang, ia pandai berhemat dengan membawakan makanan yang cukup untuk anak dan keluarganya. Pun begitu, tak lupa ia kan BERUSAHA SEDIKIT DEMI SEDIKIT mendapatkan ilalang tuk membangun rumahnya.

Huhh……

January 10, 2007 on 11:46 am | In Obrolan | 20 Orang SokKomentar

Jenuh. Kondisi yang gak bisa dijelasin. Cemberut, bunek, dan segala atribut menyebalkan lainnya bisa terjadi dalam satu waktu dalam kondisi jenuh! Gak tau mo ngapain, meski kadang orang di sekitar kita tau, apa yang justru harusnya kita kerjakan. Dalam situasi ini pun sebenarnya Ia teramat paham apa yang harusnya dia kerjakan, apa yang jadi kebiasaannya mengisi hidup. Tapi satu kata itu mampu menghalalkan seseorang untuk tidak bertindak apapun. Jenuh.

Sepi? Bukan, bukan itu. Mungkin ada banyak makhluk di sekitarnya. Banyak orang-orang yang bisa dan biasa mengisi hidupnya, siapapun itu. Kadang saat jenuh datang menyapanya, justru banyak keriangan, dan senyum yang lepas di sekitarnya. Tak jarang pula Ia turut tersenyum, bahkan memperlihatkan tawa dan candanya. Merasa ada yang salah dalam hidupnya hari ini. Perasaan bersalah mengikutinya tiap kali berjalan menjajakkan kaki di tempat yang lain.

“Ah, seharusnya tak kesini, bukankah sebaiknya aku di tempat yang lain..”

Kalimat yang terus saja terulang dalam benaknya hingga kadang tanpa sadar Ia menemukan sesuatu yang tepat untuk mengakhiri dan menghabisi jenuh itu. Sesuatu yang baru bahkan, yang belum pernah dirasakannya. Atau kadang, sesuatu yang pernah dilakukannya di masa lampau, dan tanpa terasa sangat melegakan dilakukannya kala itu. Kala jenuh datang menghampirinya.

Senja Jogja (episode 2)

January 8, 2007 on 7:35 pm | In Sibuk | 27 Orang SokKomentar

Sehabis melayani Fani yang katanya kangen dengan kita-kita *GRactivated*, saya dan eBlis-kulinary langsung meluncur ke obyek berikutnya. Rekaman dari kejadian hari kemarin terekam dengan baik oleh FZ30

Ketagihan! Baca lagi.. Senja Jogja (episode 2)…

Five? So What?!!

January 6, 2007 on 7:38 pm | In Kejang Otak, Obrolan | 18 Orang SokKomentar

Nih lagi di warnet deket rumah, bukan di warnet gratisan.
Pertanyaan selanjutnya adalah : kenapa saya tidak duduk disana?
Dan jawabannya adalah : karena cuma 5!
Nah!! Itu dia!
“..kalo cuma 5, ntar yang bayarin listrik siapa?”
Menjadi kata yang bisa diartikan dalam bahasa bellboy di hotel ketika mempersilakan tamunya keluar “Thank you for coming..” dengan translate yang sedikit ‘diperhalus’.
Kalo mo dijawab : “Ya kami dong! Emang ini warnet?! Abis bayar boleh pulang?!”
Kami datang untuk gunakan hak kami. Meskipun jatah “hak” saya sudah habis, dan harus mengemis “hak” dari orang lain, saya tetap tak habis pikir (meskipun lebih sering saya tidak bisa berpikir!). Sayang, saya tak pandai berkata-kata dalam bahasa seorang cendekia. Tak pandai menggunakan jari-jemari untuk mengetik untaian kata-kata kritik seperti blogger-blogger yang berpikir tajam. Pun saya harap, kata-kata bodohku ini dapat dijadika cermin kepada ….. ah, silakan tebak sendiri siapa.
Huh, sedikit berkeluh kesah kan boleh lha iya wong iki blog!. Jangan tanya siapa yang salah dalam kasus diatas. Gak akan selesai dibahas (atau dikomentari?) dalam sebuah milis sekalipun!

Sudahlah…

Next Page »

Powered by WordPress with Pool theme design by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds. Valid XHTML and CSS. ^Top^