Terbang

January 15, 2007 on 11:42 pm | In Kejang Otak, Hari ini |

Dikisahkan dengan lembut oleh Syafi’ie Antonio, pada pagi ini dalam Kajian Silaturahmi. Ternyata membuatku sedikit termenung untuk mengambil hikmah dari kisah ini. Konon, dalam kehidupan seekor burung, ada hikmah yang sepatutnya ditiru oleh manusia.

Seekor burung, kata Syafi’ie, pasti bangun pagi-pagi benar. Tidak ada burung yang bangun pukul tujuh atau delapan, kecuali sakit atau sudah meninggal. Burung yang bangun pagi-pagi ini, lalu mulai mengembangkan sayapnya. Dan sejenak ia bertanya pada Tuhan-nya. “Tuhan, apakah ada udara untukku pagi ini?”. Dan Tuhan pun menjawab, “Oh, jangan khawatir, selalu tersedia udara yang melimpah untukmu”.

Dan burung pun mengepakkan sayapnya lalu terbang. Nah, burung yang semenjak pagi ini terbang, lalu mencari makan seharian. Dan Tuhan pun pernah berpesan mengenai perjalanan burung ini, “Janganlah kamu terbang ke gurun pasir, atau tempat tandus, terbanglah ke padang ilalang atau tempat yang menghijau, dimana kau akan temukan banyak rejeki disana”.

Setiap burung yang terbang pagi, mencari makan menuju tempat yang hijau dan terdapat banyak makanan, biasanya selalu pulang ke kandangnya setelah seharian dengan perut kenyang. Tentu saja, dia pulang membawa makanan untuk keluarganya.

Nah, dari perjalanan terbangnya burung, kita manusia, dapat mengambil hikmah. Pertama, burung yang bangun pagi-pagi dan berdialog dengan Tuhan-nya selalu memiliki KOMITMEN dalam hidup ini. Dan tiap kali ia terbang yang ia kerjakan hanyalah PROSES mengepakkan sayap dan terbang tinggi menuju tempat yang dimana ia dapat mendapatkan rejeki yang melimpah. Karena ia YAKIN bahwa udara, rejeki serta ANUGERAH di padang ilalang yang subur telah disediakan dengan cukup oleh Tuhan.

Dari kehidupan terbangnya burung ini, dapat dipetik pula dua hikmah lainnya. Bahwa burung selalu BERHEMAT, meski ia pulang dalam keadaan kenyang, ia pandai berhemat dengan membawakan makanan yang cukup untuk anak dan keluarganya. Pun begitu, tak lupa ia kan BERUSAHA SEDIKIT DEMI SEDIKIT mendapatkan ilalang tuk membangun rumahnya.

21 Orang SokKomentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. weleh weleh weleh.. kang?? kang didit?? kwe rak ora lagi nglindur opo kesurupan tho? wakakaka..k good good >:)

    Comment by deep_track — January 16, 2007 #

  2. kan ada quote: “burung yang terbang lebih pagi akan mendapatkan biji2an yg lebih banyak”

    kesimpulan: nek tangi ki sing esuk, dit! ora molor wae koyo badak *iki keycodeku badak* :P

    Comment by chocoluv — January 16, 2007 #

  3. Burung… sek dit.. dilit…
    sing mok maksud “burung” ki burung sing ndi?
    Mohon dipertegas kamsudnya!

    Comment by PriyayiSae — January 16, 2007 #

  4. Weh tumben, posting “rodo” religi, wekekek … sip, apik bahasan`ne. Nek wis memahami ngono biasane terus mengikuti, tapi tenan po terus rajin tangi esuk?? paling “turu” ne sek mundak esok, alias “begadang”, wekeke :p

    ( kok yo pas? keycodeku: burung )

    Comment by Jaka — January 16, 2007 #

  5. begitulah sodar-sodara..

    *sori kalo ada yg tersinggung*

    Comment by Burung — January 16, 2007 #

  6. Iyo Dit, mulane tangi isuk! Ojo molor wae!

    Oh iya, semoga Didit juga BERUSAHA SEDIKIT DEMI SEDIKIT untuk segera menyelesaikan TA nya :))

    Comment by Fany — January 16, 2007 #

  7. tangi koq kalah karo ayam… pantes ra kuru2 kowe dit..

    Comment by tooooooooooooooopics — January 17, 2007 #

  8. kamsud’e opo kamsud’e ?
    tak woco nganti bar kok yo tetep ra kecandak kamsud’e

    :-D

    Comment by wedhouz — January 17, 2007 #

  9. tumben posting ngenean …. opo goro2 budeg neng wnet wingi po …. heheheee

    Comment by bodi — January 17, 2007 #

  10. burungku bangunnya jam 7 ato 8 lho!
    pdhl gak sakit tuh :P

    Comment by thuns — January 18, 2007 #

  11. mabuk opo kuwi dit?? manuk’e sopo?? kok mibar miber ra dikurungi… qeqeqeqe…

    Comment by bebek — January 18, 2007 #

  12. lahh kok “mabuk sing tak tulis… kuwi maksud’e manuuuuuuuuuuuuukkk…!! :p

    Comment by bebek — January 18, 2007 #

  13. Hikmah yang dalam… keteraturan, kenapa manusia kadang hidupnya tidak teratur, selalu berdalih. Mahasiswa apa lagi… suka-suka dia…. hehehe pengalaman dulu gitu je.

    Comment by helgeduelbek — January 18, 2007 #

  14. tapi setidaknya mbok dikasih hikamh yg kamu dapet itu apa…
    dijelasin gituuu
    seolah artikelnya nggantung bgt
    njelasin suatu masalah itu kalo bisa yaa kamu itku komentar diakhirnya.

    maap, bukan bermaksud menyamai yg laen…

    Comment by thestoopid — January 18, 2007 #

  15. bicara masalah burung emang sensitip :D

    Comment by mysyam — January 20, 2007 #

  16. Mas Didit dipun tepangaken, meniko Diva hhee.. memang tuh masalah manuk memang rawan he2…, but kita bisa mencotoh tuh burung agar gak menjadi orang egois, mampir juga ya. Piye kabare jogja…?

    Comment by Divasukakomputer — January 21, 2007 #

  17. le, sido tow jumat depan???

    *asem keycode-ku*

    Comment by mbakyumu — January 21, 2007 #

  18. alhamdulillah.. didit dapat pencerahan.

    Comment by briant — January 21, 2007 #

  19. syukur lek wis entuk pencerahan…

    Comment by Anang — January 22, 2007 #

  20. burung, dit? burung?? tadi tanya2 soal ASI, sekarang nulis tentang burung?? weladalah :P

    Comment by venus — January 23, 2007 #

  21. hikmah di dalamnya…. :)

    Comment by rita — August 18, 2011 #

SokKomentar

badak

XHTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>

Powered by WordPress with Pool theme design by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds. Valid XHTML and CSS. ^Top^