Ealah!!

May 11, 2007 on 12:39 am | In Obrolan, Hari ini |

Mengejutkan saya, seorang Ustadzah Hajjah Lutfiah Sungkar. Ustadzah yang melanglang buana dengan ceramah nya mengenai keluarga bahagia menurut agama dan bla..bla..bla, lagi-lagi mengalami perceraian. Ini yang ketiga -kalo ndak salah- yang menurutku bukan sedikit lagi untuk jumlah perceraian. Dia berkilah “Saya dimanfaatkan..” demikian dalam sebuah penuturannya di infotainment. :( Mau di manfaatkan mau tidak, yang jelas dengan alasan apapun, menjadi tidak benar ketika seorang penceramah berkata demikian. [-(

Paragraf pertama di atas cuma pengantar. :)) Kisahnya, ada seseorang -teman?- yang konon merasa terusik. Terusik? Ya! Terusik karena dengan ceplosan saya yang kadangkala gak pake mikir ;)) pernah berujar bahwa persepsi bisa terbangun dengan sendirinya. Terbangun karena pilihan tindakan dan pembawaan kita sehari-hari. Loh?! Lalu kenapa si Lutfiah ikut dibawa-bawa?! :-/ Ya karena saya menganggap bahwa dia -Lutfiah- juga telah membangun kuburannya citra -dan persepsi orang terhadapnya- sendiri. Jadi jangan salahkan orang, kalo ketika dia terpeleset karena perbuatannya, lantas orang dengan serta-merta mengaitkan dengan keberadaanya sebagai penceramah keluarga sakinah yang mencetak hattrick sebagai janda :))

Lantas, apakah setiap orang yang memiliki persepsi berbeda memiliki kesempatan untuk jatuh dengan kesempatan yang sama? Tentu saja tidak! Persepsi hanyalah persepsi, itu menurut saya. Persepsi buat perusahaan dan badan usaha dijadikan ujung tombak nilai jual. Tapi manusia kan tidak. Manusia membangun persepsi nya sendiri dengan jalan hidup yang telah dipilihnya, apapun itu. Tidak ada yang salah dengan pilihan, sama sekali tidak ada! Maka, manakala ada orang yang telah mengartikan persepsi seseorang dengan artian yang berbeda -baik itu serius ato joke ;))- jangan pernah menganggap orang lain itu bodoh apalagi salah!! B-)

Apa yang seharusnya anda lakukan adalah menerima keadaan bahwa anda telah membangun citra dan pembawaan diri anda sendiri. Sebaiknya anda juga bersiap, ketika apa yang anda “bangun” diartikan salah berbeda oleh orang lain. ;) Meski anda tahu apa yang sebenarnya ada di balik persepsi itu mengenai diri anda sendiri. Toh, tak semua orang mengatakan sampeyan binal nakal :)) Meski ada seorang pemuda -ganteng- yang memang sengaja memancing keributan dengan mengatakan hal yang menurutnya banyak dipikirkan orang :-"

Ealah..persepsi kok jadi masalah :D

9 Orang SokKomentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. pertamax.
    kasus si penceramah : utk mengajarkan sesuatu ndak perlu seribu kata, cukup dengan contoh saja ^^
    persepsi juga nilai jual manusia kan ya??

    Comment by cya — May 11, 2007 #

  2. pancen persepsi it’s just a perception. orang berhak menilai, orang berhak memaki, kita juga berhak senyum2 saja toh dit :D

    Comment by mbakyu — May 11, 2007 #

  3. Hmm.. baru denger berita itu, gosip ato fakta.
    Anyway mo gosip or fakta, yang bisa kita ambil pelajaran adalah: susahnya me-match antara perkataan dan perbuatan, termasuk saya jg gitu. Nah lho..

    Comment by mysyam — May 11, 2007 #

  4. hhmmm…wanna try me, young man? try me! *siapin pedang*

    ga tau siapa yang salah siapa yang bener. terserah aja lah. tapi makasih, setelah postingan itu, aku jadi tau, persepsi orang memang bisa macem2. tapi saranku, sebaiknya kita lebih open minded dan gak berhenti di yang terlihat mata. hohoho…

    they love the way i write, for heaven’s sake :)

    Ps : i’m no slut, i’m no angel. tapi yang paling penting, percayalah, itu cuma caraku nulis dan muntahin apa yang lewat di kepala.

    Comment by venus — May 11, 2007 #

  5. wedew
    didit juga suka gosip
    hmmm

    Comment by Ndah — May 11, 2007 #

  6. Dit… rasah mikir sing jero… soale kowe le pipis durung jejeg… tur pesing, waduh entok keycode ayam (Kampus opo ngendi?)

    Comment by araw — May 11, 2007 #

  7. ora dong aku…

    Comment by deep — May 12, 2007 #

  8. hm..

    susah jg dab… namanya manusia, pasti bias berubah. memang, Luthfiah sering diidentikkan dengan penasehat perkawinan, dsb, tapi dia tetep manusia jg kan?

    kalo mau menyalahkan, jangan kepada dia. tapi salahkan kepada siapa yang memberinya persepsi?

    masyarakat kita ini memang kurang figur sebagai suri teladan. dan biasanya, kalo sudah menemukan yg “cocok” pasti ditiru habis-habisan, taklid buta. kalo baik dibela-bela, dipuja-puja, tapi begitu sang teladan tergelincir, dihina sehina-hinanya.

    masih ingat peristiwa poligai Aa’ Gym? mereka, ustad, ustadah, itu bukan NABI. mereka bukan Rasulullah, yg segala perbuatannya selalu benar dan dibimbing oleh Allah. Mereka itu hanya MANUSIA, selayaknya saya dan anda..

    Berhentilah menggunjing, dan mentaklid-kan orang lain..

    Semoga saya tidak tergelincir dengan komentar saya ini. dan kalopun tergelincir, saya bisa bilang, “saya manusia, saya KHILAF”..

    :D

    Comment by zam — May 12, 2007 #

  9. koe ae seng modar dit

    Comment by bay_prihant — May 12, 2007 #

SokKomentar

babi

XHTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>

Powered by WordPress with Pool theme design by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds. Valid XHTML and CSS. ^Top^