NGONTHEL! Boko

July 17, 2007 on 4:21 pm | In Sibuk, Hari ini |

Setelah rehat beberapa lama berolahraga, dan cukup jenuh berkopdar-ria :( akhirnya, keputusan bodoh pun kami sepakati dengan cara “mufakat” :)) Bersepeda ke alam candi boko jadi jawabannya. Kemarin sore, tanpa berpikir panjang, sepeda pinjaman di manfaatkan, waktu luang di pergunakan, teman nganggur disesatkan =)) Berkumpul di base camp condong catur pukul tiga sore waktu andong :)) akhirnya roda sepeda baru beranjak bergulir pukul empat lebih -mendekati setengah lima-, sudah tradisii… :D

Eh ya, lupa disebutkan, bahwa kru yang berangkat kali ini terdiri dari tiga ekor ;)). Saya yang menunggangi sepeda MTB pinjaman (thanks Bay! Sepedahnya buat saya?), didampingi sepeda klasik cap Hercules yang dikemudikan oleh Dipto yang berduet dengan Zam yang duduk diatas boncengan nan “menyiksa” dan mengancam “masa depan”. Siapkan “pelor” mu kawan! =))

Melintasi alam pedesaan condong catur nan sejuk *hallah!*, kami pun tak lupa mengabadikan perjalanan bersejarah umat manusia ini dengan kamera pinjaman (pula) :D Say cheese…!!!

Meninggalkan kawasan condong catur, sepedapun kami kayuh melahap lintasan beraspal mulus, ring road utara Jogja. Eitss tunggu! Demi keamanan pengendara, kami pun sempat berhenti untuk memasang sabuk pengaman memeriksa kondisi ban.

Setelah itu, tanpa basa-basi pembuluh darah di sepanjang kaki pun kembali berdenyut kencang kala sepeda melibas tanjakan di ring road, selanjutnya…poto lagiiii !!!

Setelah meninggalkan jalur lingkar utara Jogja ini, tidak banyak yang dapat kami ceritakan selain keringat yang mulai mengalir bagai gerimis mengundang *hayyah* :)) Pemandangan pun biasa saja, tiada yang special. Apalagi bagi mereka yang terbiasa melintasi jalanan Jogja-solo. Lalu, dimana asyiknya bersepeda jauh-jauh ke Candi Boko? Nanti dalam poto dan dongeng berikutnya kan kalian temukan jawabannya :-"

Kompleks Lanud Adisucipto, tobong gamping kalasan, ayam goreng mbok berek dan masjid yang berasitektur rusia (ato malah kata Zam mirip tetris? ;)) ) kami lewati. Setelah mengayuh beberapa lama, saya merasa dua cecunguk itu kok gak nongol-nongol :-/ Ternyata oh ternyata…mereka poto-poto dulu di depan masjid nan unik tadi :( Eh dasar!

Kompleks wisata candi prambanan ke selatan, melewati pasar prambanan yang masih terlihat beraktifitas sore itu. Nah! Siapa tadi yang nanya asyiknya bersepeda di tengah keramaian kota? :-/ Jawabannya adalah, antum kamu sekalian dapat menyaksikan kehidupan masyarakat nan majemuk. Bahkan toko maupun kios yang tak sempat terlihat kala bersepeda motor atau menaiki kendaraan roda empat pun akan dapat kita saksikan keberadaanya.

Contohnya? Papan penunjuk arah lokasi wisata candi yang berukuran kecil dapat kita sadari amat banyak bertebaran di sekitar kawasan prambanan. Papan penunjuk arah ini mungkin tidak dapat dengan jelas kita saksikan saat mengendarai motor atau mobil, apalagi ngebut :(.

Selain itu, tentu saja kebersamaan dan kerjasama untuk saling bergantian membonceng menjadi kenikmatan tersendiri saat bersepeda, bukan begitu Dab? :D

Nah, sampai juga di depan jalur masuk ke kawasan candi Ratu Boko. Sembari menikmati hangatnya keringat yang enggan berhenti mengalir, kami poto lagi :p. Dari arah jalan Prambanan-Piyungan, masih ada kurang lebih dari satu kilometer jauhnya menuju pintu masuk kawasan candi.

Hari masih cukup sore, masih terlihat para penduduk sekitar yang sibuk mengurusi sawah dan ladangnya. Anak-anak pun di tepi jalan menyapa ramah, apalagi melihat Zam yang mengenakan kain pel slayer sebagai bandana. Sambil berdiri, anak-anak itu pun menyapa kami dengan hormat ala upacara bendera, “Siap komandan!” :)) Tanpa segan kami balas, “Laksanakan!” =))

Penduduk nan ramah tanpa ragu kami sapa dalam perjalanan, “Monggo Pak..”. “Monggoooo…” sahut mereka. (Kok jadi kayak dongeng si kancil gini :-/ ). Mendaki jalanan aspal nan curam, betis kami tak kuasa mengayuh pedal sepeda layaknya atlet professional tour de france :(. Dan sepeda pun didorong ;)).

Lanjut terus meski kami mulai kelelahan. Akhirnya kesabaran kami berbuah wajah manis :p sampai juga di pintu masuk. Tiket seharga 7 ribu untuk seorang pengunjung dan 500 perak per kamera, akhirnya saya sadari cukup mahal untuk masuk ke kawasan candi Ratu Boko ini. Apa pasal? Candi Ratu Boko sedang mengalami renovasi, sehingga tak banyak yang dapat kami lihat diatas. Ah, semoga renovasi lekas selesai, dan situs wisata sejarah ini ramai dikunjungi wisatawan.

Kami tak kecewa. Selain keranjingan foto-foto sebagai gaya hidup =)) di atas pun terlihat pemandangan kawasan Prambanan dan jalan Jogja-Solo yang mulai nampak kerlip lampu kendaraan. Dibalut langit merah dan gemerlap lampu kota di kejauhan, lokasi situs sejarah Ratu Boko terasa tenang dan damai, atau cenderung seram :-o

Sayang sekali, banyak puing candi yang belum selesai dipugar, tak terasa waktu mulai beranjak petang, kami harus mengakhiri petualangan ini. Seusai solat maghrib, kami mulai berganti pasangan :-o. Sekarang giliran Dipto yang memboncengkan saya menuruni jalan aspal nan curam itu.

Jalur yang sama kami lalui saat berangkat kami tempuh berlawanan untuk kembali ke base camp condong catur :D. Setelah tongkat setang kemudi diberikan ke saya, gantian tubuh bongsor nan kumal itu yang saya boncengkan sampai depan bandara Adisucipto :)). Sekaleng minuman dingin menjadi pengganti ion tubuh yang hilang *hayyah promosi* setelah saya buang air usai mengalami proses anyang-anyangen karna menunggang sadel laknat Hercules itu :(

Sekian saja pandangan mata saya dari atas sepeda! Tunggu liputan petualangan bersepeda melintasi Jogja (NGONTHEL:Ngayogyokarto On The Wheel) berikutnya!

Ciao!!!

Eh, saya ikutan lomba blog lhooo…. :-" Ada yang mo ikutan juga? ;;)
Klik ajah disini…

36 Orang SokKomentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. gimana?? besok jadi NGONTHEL napak tilas candi-candi diseputar kalasan???

    rekan2 ada yang mo ngikud??? daftar aja segera… wakakaka…k rasakan sensasi kempol mbledhos, paha kejang-kejang, sperma ter-enkripsi plus anyang-anyangan ala didit…

    bagi kalian tanjakan..
    buat kami tantangan…

    tantangan MATAMU!!!!!

    oke siapa mo ngikud???

    Comment by deep_track — July 17, 2007 #

  2. jirut!!

    AKU MANDUL!

    Comment by zam — July 17, 2007 #

  3. as*m aku ra dijak….

    Comment by aad — July 17, 2007 #

  4. huahahaha….
    dasar kerjaan orang2 yang kurang kerjaan.
    Ehm kui dit klo ngerti ma ibukku iso diajak balapan sepeda lho!
    Ibukku pembalap sepeda sejati! he….

    Comment by Berlin — July 17, 2007 #

  5. holoh emange kowe kuat ngonthel? wuah wes resmi melu lomba toh? jare wingi ngga

    Comment by mbakyu — July 17, 2007 #

  6. Ayo!!! Biar langsing naik sepeda~
    *kabur*

    Comment by Gunawan Li — July 17, 2007 #

  7. trimo MBAYAR drpd naik sepeda,…!!!!

    Comment by escoret — July 17, 2007 #

  8. bar ngonthel trus cuci “busi” ben ga mandul..

    wakakaakakaka

    Comment by tooooooooooopics — July 18, 2007 #

  9. Wah, sehat bgt. naek sepeda. Cuma sepeda ak kmana ya?

    Comment by rd Limosin — July 18, 2007 #

  10. mana fotonya? Ndi ndi????

    Comment by unai — July 18, 2007 #

  11. tak jamin ga bisa ngangkang seminggu kalo ngikut didit lagi :))

    Comment by Pu! — July 18, 2007 #

  12. dit… ngonthel terus wae… men julukanmu dadi “didit kuru”. Ha2

    Comment by PriyayiSae — July 18, 2007 #

  13. hoe !!!

    kembalikan sepeda ku !!!!

    :)

    Comment by blantik — July 19, 2007 #

  14. ngontel tekan boko? SAKIT JIWA!
    nek aku melu palingan bokongku jd six pack :p
    wong naek motor aja udah tepos begituh.
    huiks… kangen boko. keren skali t4 ituh :(

    Comment by uthie — July 19, 2007 #

  15. hoh.. kuat togh pada? usaha ngilangin lemak di perut ya dit? wkwkwkw

    Comment by cya — July 19, 2007 #

  16. @cya
    hush yang kesindir banyak tauw :p

    Comment by ekowanz — July 19, 2007 #

  17. Haluuuu… waaaaaa… naik sepeda lagi…

    Comment by Zawa — July 19, 2007 #

  18. ngonthel jogja-jakarta, wani ora???

    Comment by simbok — July 19, 2007 #

  19. wah masjidnya lucuuu yaa…

    btw dit, kok dirimu nampak endhut banget di foto2 itu… hmm mgkn harus sering2 ngonthel biar agak ramping :P

    Comment by Fany — July 19, 2007 #

  20. ngontel irit bengsin

    juh kikode babi…

    Comment by Anang — July 20, 2007 #

  21. coba bilang: say seeeeeexxxx. potone pasti luwih apik

    Comment by de — July 20, 2007 #

  22. turun berapa kg mas?

    *gak sopan!!

    Comment by Nisa — July 20, 2007 #

  23. wahhh.. asweem ikk.. *mupeeeeng i lohhh*

    … btw aku pindah alamat… (lagi)

    Comment by bebek — July 20, 2007 #

  24. Itu ban nya kena apa yak??? wuekekekeke…

    Comment by Zawa — July 21, 2007 #

  25. nek wani ngonthel ketuk jakarta…
    tak bayar 1jt wis…
    tak wenehi wektu 10hari wes :P
    gelem raaa??

    Comment by thuns — July 21, 2007 #

  26. sengsoro tenan le le..
    asep kendaraan kui lho sing ra nguwati lek gak nganggo helm utowo penutup hidung

    Comment by mysyam — July 22, 2007 #

  27. OOT : hahaha….. aseeem we….

    ra pindah kok…

    kan sek mirip to alamatku…

    dadi wes ra sah protess…

    mengko tak tukokne bebek cak koting…

    tapi bebek cak koting cabang aceh…

    gelem ora…

    hayooo…

    kok meneng wae…

    woiii…

    ngobrol dong ngobroooool….

    ojo njegideg wae….

    woalaaaah…

    opo ra ono wong’e to iki….

    minggat wae wess….

    wuuuz….

    wuuuuzzzz…..

    wuuuuuzzzzzzzzz……

    —- cut disini —–

    Comment by bebek — July 22, 2007 #

  28. sesok lek arep ngontel ajak2 yo dab

    Comment by Ndah — July 23, 2007 #

  29. wah kakimu ga patah dit? apa jangan2 sepulang bawa sepeda langsung dipijitin dua hari biar cape na ilang :p
    rajin2 ngonthel biar kurus n ga nyaingin si kucinglistrik :D

    Comment by udomat — July 24, 2007 #

  30. onthel thak tuku ne yo dit…thak nggo nang jkt

    Comment by balibul — July 26, 2007 #

  31. asli dit.. koe jadi keliatan muda kembali.. seperti anak kecil :D

    Comment by agung — August 8, 2007 #

  32. Wah kere…………………..n!!!
    KEREN Lhooo Bro…. hehehehehehehee!

    MANTAB KALEEE…. kapan”mau juga dunk, cuma saya ndak ada sepedanya… :D

    kLo gitu kapan”if emang ada waktunya, barengan yoook nge-BACKPACKER…kemana gettow…
    rombongan CA gettow… khan asyikk tuh!

    Naek Kreta ke wonogiri dr solo, ato skaLian ke Karimun Jawa …pasti Tob Markotob!

    ok

    Comment by ArezK — August 17, 2007 #

  33. pelore aman to?

    Comment by Anang — September 15, 2007 #

  34. ngonthel,, saya ikut…hehe :)

    Comment by rita — August 18, 2011 #

  35. terimakasih bos infonya dan semoga bermanfaat

    Comment by jaka — October 3, 2016 #

  36. makasih gan tentang infonya dan salam sukses

    Comment by tejo — October 3, 2016 #

SokKomentar

anjing

XHTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>

Powered by WordPress with Pool theme design by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds. Valid XHTML and CSS. ^Top^