Pucet!

June 20, 2007 on 2:49 pm | In Obrolan, Hari ini | 36 Orang SokKomentar

Hari kemaren, Selasa *jelas! masak kemarenya rebo kok jumat?! ;))* hari ke sembilan belas di bulan ini, kok gak enak perasaan :(. Sedari siang kemaren muka dilipet, pucet n njelimet gak karuan :-S. Sebab-musababnya? Jelas saja saya tau :D. Tapi gak seperti biasanya, daku bermurung diri, bermuram durja *seghhh..*. Dan saya gak biasanya menghadapi hal semacam itu kok se pesimis ini :(. Tidak, tidak pula selama ini, bahkan hari ini pun masih kukuatirkan hal yang belum jangan sampai terjadi. [-(

Saya hampir yakin, ini akibat harapan yang kugantungkan terlampau tinggi. Yang tentu memiliki potensi untuk jatuh terjelembab semakin besar. Konsekuensinya? Ya sakit hati, putus asa, bahkan mungkin trauma? Sekali lagi, jangan sampe!. Harapan pun masih tergantung di angan-angan. Masih tinggi seperti biasanya. Masih juga ditopang semangat optimis yang berharap takkan habis. Uluran tangan dan ocehan pun tlah di lontarkan seorang mbakyu. Mungkin sekedar penyemangat, ato bahkan doa?! [-o<
I hope so…

Seminggu lagi atau lebih cepat, kuharap pucat dari wajah ku kan sirna. Dan kembali tersenyum seperti sedia kala :D. Memang, harapan dan angan yang tergantung makin tinggi, makin lambungkan khayalmu 8->. Hati-hati dengan impianmu!

Maafkan Aku Leny..

June 12, 2007 on 11:38 am | In Kejang Otak, Hari ini | 42 Orang SokKomentar

memang tanpa cinta
antara kita berdua
namun senyum manis manja
mampu buatku terjaga

restu tak menyatukan kita
bukan asal rasa curiga
takpula amarah cemburu
tak mampu turuti maumu

atasnama perjanjian
takku angkat perbincangan
tanpa tegur sapa
ku khianati semuanya

ku takkan datang !!
putusanku tanpa ragu
hingga esok menjelang
jangan kau tunggu

cita-asa yang tak pernah bersua
jarak yang pisahkan
bukan lipatan uang sglanya
perpisahan tak terelakkan

05:55

May 27, 2007 on 6:39 am | In Hari ini | 42 Orang SokKomentar

Apa kabarmu Jogja?


Lewat lima puluh lima dari pukul lima
Peristiwa itu hadir tanpa diduga
Bencana yang takkan pernah diharapkan kedatangannya
Kejadian yang menggoreskan luka dalam di hati

Jogja luluh lantah disambut gempa!
Ribuan nyawa tak tertolong pulang ke Tuan-nya
Gusar gundah gulana yang kami rasa
Penjuru kota lumpuh tak berdaya

Jutaan air mata tak tertahan
Alunan doa tlah terpanjatkan
Keikhlasan benteng akhir penderitaan
Hening sesaat yang kami rasa

Apa yang hendak kau kata?
Sanak saudara pergi tanpa sapa
Rumah dan harta seakan tak berharga
Tuhan seakan jauh entah dimana

Cukup lima puluh tujuh detik
Cukup pula penderitaan
Cukup sudah apa yang kami rasakan
Cukup..dan jangan terulang

Segores luka, memori abadi
Ya Rabb, ampuni dosa kami
Atas yang tlah terlalui
Pabila dosa yang membawa cobaan ini

Untuk Jogja tercinta
Untuk warganya yang ramah tegur sapa
Untuk semua saudaraku yang tlah pulang ke pangkuan-Nya
Untuk apa yang sudah kita rasa bersama

Di pagi ini….
Tangis air mataku untukmu
Doaku untukmu
Jogja di sudut hatiku

Ealah!!

May 11, 2007 on 12:39 am | In Obrolan, Hari ini | 9 Orang SokKomentar

Mengejutkan saya, seorang Ustadzah Hajjah Lutfiah Sungkar. Ustadzah yang melanglang buana dengan ceramah nya mengenai keluarga bahagia menurut agama dan bla..bla..bla, lagi-lagi mengalami perceraian. Ini yang ketiga -kalo ndak salah- yang menurutku bukan sedikit lagi untuk jumlah perceraian. Dia berkilah “Saya dimanfaatkan..” demikian dalam sebuah penuturannya di infotainment. :( Mau di manfaatkan mau tidak, yang jelas dengan alasan apapun, menjadi tidak benar ketika seorang penceramah berkata demikian. [-(

Paragraf pertama di atas cuma pengantar. :)) Kisahnya, ada seseorang -teman?- yang konon merasa terusik. Terusik? Ya! Terusik karena dengan ceplosan saya yang kadangkala gak pake mikir ;)) pernah berujar bahwa persepsi bisa terbangun dengan sendirinya. Terbangun karena pilihan tindakan dan pembawaan kita sehari-hari. Loh?! Lalu kenapa si Lutfiah ikut dibawa-bawa?! :-/ Ya karena saya menganggap bahwa dia -Lutfiah- juga telah membangun kuburannya citra -dan persepsi orang terhadapnya- sendiri. Jadi jangan salahkan orang, kalo ketika dia terpeleset karena perbuatannya, lantas orang dengan serta-merta mengaitkan dengan keberadaanya sebagai penceramah keluarga sakinah yang mencetak hattrick sebagai janda :))

Lantas, apakah setiap orang yang memiliki persepsi berbeda memiliki kesempatan untuk jatuh dengan kesempatan yang sama? Tentu saja tidak! Persepsi hanyalah persepsi, itu menurut saya. Persepsi buat perusahaan dan badan usaha dijadikan ujung tombak nilai jual. Tapi manusia kan tidak. Manusia membangun persepsi nya sendiri dengan jalan hidup yang telah dipilihnya, apapun itu. Tidak ada yang salah dengan pilihan, sama sekali tidak ada! Maka, manakala ada orang yang telah mengartikan persepsi seseorang dengan artian yang berbeda -baik itu serius ato joke ;))- jangan pernah menganggap orang lain itu bodoh apalagi salah!! B-)

Apa yang seharusnya anda lakukan adalah menerima keadaan bahwa anda telah membangun citra dan pembawaan diri anda sendiri. Sebaiknya anda juga bersiap, ketika apa yang anda “bangun” diartikan salah berbeda oleh orang lain. ;) Meski anda tahu apa yang sebenarnya ada di balik persepsi itu mengenai diri anda sendiri. Toh, tak semua orang mengatakan sampeyan binal nakal :)) Meski ada seorang pemuda -ganteng- yang memang sengaja memancing keributan dengan mengatakan hal yang menurutnya banyak dipikirkan orang :-"

Ealah..persepsi kok jadi masalah :D

Welcome To The Jungle

May 2, 2007 on 1:35 pm | In Hari ini | 31 Orang SokKomentar

Lama gak posting dan berkutat di duna maya, hampir sebulan lho! :p Gak sempet juga jalan-jalan dan ikut sibuk soal kekerasan di kampus IPDN, meski ada yang repot bikin petisi segala. :-" Gak sempet juga merhatiin temen-temen yang repot ngributin traffic blognya. Ah, namun hari ini Hari Pendidikan Nasional, patut dimeriahkan dengan tulisan yang semestinya :)

Alkisah, di sebuah negeri dengan kualitas pendidikan “pas-pas” an. Dengan “tingkat kedewasaan ilmiah” yang rendah. Disertai dengan kebijakan yang “teramat-sangat-tidak-mendukung” untuk memiliki anak bangsa yang lebih-cerdas dan trampil. :)) Akhirnya, segelintir anak manusia yang konon disebut dengan istilah “mahasiswa” telah dipersilakan meninggalkan bangku kuliah dan diberi pinjaman gelar yang baru : pengangguran sementara™….Insya Allah [-o< Mendekati lima tahun yang panjang dengan jenjang perkuliahan, harus dilalui dengan berpeluh darah. Ditempuh dengan berbagai cara untuk menghadapi resiko yang menghadang #-o

Meski tlah berlalu kurang lebih seminggu, sejak saat itu, sejak tantangan hidupku yang baru, namun hari ini, tepat di Hari Pendidikan Nasional, dengan kupanjatkan doa kehadirat Tuhan YME rasa kagum kupersembahkan tulisan ini pada temanku. Hari ini kusambut pula dia yang tlah melalui rintangan terakhir sebelum wisuda dengan susah payah menaklukan “The Executioner”. :D

Selamat datang Bung! Selamat datang di dunia sesungguhnya! Dunia tanpa basa-basi bahasa literatur. Kehidupan dengan kehormatan yang tak lagi di pertaruhkan dengan angka Indek Prestasi Kumulatif. Tantangan dan problema ekonomi dunia nyata yang tak terselesesaikan dengan rumus dan persamaan. ;)) Roda nasib yang menggelinding tak tentu arah, membawa kita ke hutan! Ya, hutan ganas dengan kerasnya kehidupan liar dan semakin tak terkendali. Once again…

Welcome to the jungle, Bro !

>:D<

Tonight

March 9, 2007 on 11:05 pm | In Sibuk, Obrolan, Hari ini | 50 Orang SokKomentar

Jenuh. Insomnia ku kambuh lagi. Kelayapan pake motor. Nyungsep di warnet ini. Ketemu sama jagoan jeng-jeng yang satu ini. Malah diajak gabung beginian. :D
Belom lagi di bangunan samping Polsek Depok ini, ditawari :

” ada welcome drink gratis kopi apa teh mas?”

Kalimat dan nada yang sama ditawarkan ke semua penghuni bilik warnet ini.
Wah! Gak kreatip operatornya! tapi teteup doyan to yo! Gratis! :p

Wes ah, posting gak jelas gini, cuman mau menemani insomnia yang datang tak diundang…

Beli Gorengan?

March 2, 2007 on 4:34 pm | In Hari ini | 41 Orang SokKomentar

Masih nongkrong di SIC. Masih mengumpat gara-gara koneksi yang lemot bin alot :-/ Gak ada angin gak ada ujan *eh..ujan dah berenti ding ;))* tiba-tiba hp ini bergetar di sela saku bagian kiri celana coklat kusut yang dah seminggu dipake :))

Brrttt…..hape bergetar….
SMS dari Ibunda……..                                                                                                       

” mampir cari gorengan,tahu 10 ,tempe 4 ,pisang 4. ”

:-/

Cuman gitu doank?!! Disuruh Diharap pulang karna seisi rumah kelaparan?
Karna gak mo dikutuk jadi batu, anak yang berbakti ini segera pulang, meninggalkan bilik  M 075, Mozilla Firefox, Putty, dan satu halaman Windows Explorer yang ditongkrongin dari abis pulang jumatan tadi.

Pulang deh… :(

Teh Anget

February 26, 2007 on 11:30 am | In Obrolan, Hari ini | 39 Orang SokKomentar

Pagi ini, bangun pagi dan hirup udaranya, masih bersisa aroma sisa hujan semalam. Sssshhh…oooahh….sambil menguap dan mengumpulkan nyawa yang berserakan dimana-mana, celingukan tengok meja makan. Hmmm….Gudeg Mbarek enak juga nih! Meski masih dijejali dua piring nasi tadi malam, perut ini rasanya minta diisi lagi. Kejadian selanjutnya bisa ditebak sendiri. Ambil piring, sendok, garpu dan mulai rakus menyantap menu yang ada.

Puas dengan sajian pagi ini, rasanya enak kalo minum air dingin. Setelah mengurangi 225,15 ml :-/ air dingin dari dalam kulkas, rasanya sisa-sisa sajian lezat tadi dah gak ada yang nyangkut di kerongkongan. Lalu? Mandi? Ah males kayaknya! Soalanya bis mandi biasanya jadi semangat idup, jadi inget kalo hari ini ada yang harus di lakukan. Padahal, pagi2 musim ujan gini kan enaknya gak mandi. :D Tetap dengan pakaian yang melekat tadi malam, mendekap remote TV dan menunggu sajian musik campursari di stasion tipi lokal :-"

Tapi rasanya gak lengkap mengawali hari ini tanpa setor dulu di ruang perenungan. ;)) Eh, saya jadi inget resep manjur yang rasanya cocok buat menghantarkan sang hajat ke tempat yang seharusnya! Berangkat menuju dapur, meraih gelas, tuangkan gula dua sendok makan, melirik ke teh celup kesayangan keluarga, dan seduh air panas dari termos tua warna ijo muda. Serentak teh panas tersaji. Lho? Kok bukan teh anget? :-o Ah, mumpung masih di depan kulkas, raih lagi 145,78 ml :-/ air dingin dan tuangkan ke dalam adonan *hallah*. Teh anget dengan rasa yang gak jelas siap di gelontorkan melalui sepasang bibir sensual ini :-*

Ya! Ternyata teh anget buatan sendiri bisa memicu pergolakan dalam lambung. Perut yang damai-damai saja, tiba-tiba meronta-ronta! *hayyah*. Ujung dubur pun serasa bergejolak! *yakss..jijay!* Tapi fenomena ini bukan cacingan! Memang gejalanya mirip-mirip sih, tapi bukan! Dan menurut saya ini normal! (Eh, normal gak ya?) :-o

Kejadian pagi ini pun berlanjut, dengan sunggingan senyum indah masih dari bibir manis dan sensualku ini , tempat yang dituju selanjutnya adalah persinggahan dan ruang perenungan yang dingin dan senyap! Apalagi kalo bukan WC!!

Teh anget jadi pencahar pagi ini, benarkah bisa? Atau hanya sugesti belaka?
Yang jelas, sajian nikmat-hangat ini jadi penutup adegan sarapan pagi ini…

« Previous PageNext Page »

Powered by WordPress with Pool theme design by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds. Valid XHTML and CSS. ^Top^