Surabaya Dalam Semalam

July 12, 2010 on 11:47 am | In Sibuk | 58 Orang SokKomentar

Cuma gemericik air kran kamar mandi yg rusak itu yang menemani saya disini, dibelakang ruang Anggrek Sendik Surabaya. Terdengar sih, sayup-sayup suara pemateri dalam dua kelas sebelah, tapi rasanya jenuh terus mengingat kerjaan kantor yg akan saya bawakan nanti dan tak pernah tuntas itu datang bertubi-tubi. Sepi ya, enak. Cuaca cukup mendung alias tak sepanas seperti yg diceritakan orang tentang kota ini. Paling tidak rasanya cukup nyaman ketimbang ibukota yg nanti malam akan segera saya sambangi lagi.

Ndak banyak gedung bertingkat yg balapan seperti di jakarta. Saya memang bukan pengagum bangunan macam itu, yg seperti bersaing untuk sombong. Berarti kota ini tak sesombong jakarta? Bisa jadi, semoga memang begitu. Belum banyak orang yg saya sapa, tidak sebanyak di jakarta apalagi jogja. Ya, karna memang belum genap 24 jam sy disini, di kota yg punya Tugu Pahlawan. Orang-orang yg saya temui (takut dituduh menggeneralisir) rata-rata cuek, lagi-lagi tak secuek jakarta memang. Karna saya semalam melewatkan waktu di Hotel Elmi yg rata-rata karyawannya berperangai demikian? Mungkin juga.

Ada becak berjajar parkir di jalan apa itu namanya saya lupa, tempat para pedagang barang antik berjualan semalam. Sepintas menuju dan menyusuri jalan itu serasa di Solo, dimana gang selebar 2 mobil yg seringkali masih dipakai playon (lari-lari, jawa.red) bocah-bocah. Ndak banyak klakson menderu-deru laiknya jakarta, meskipun kemarin jalan Sudirman disesaki arus balik masyarakat dr luar Surabaya. “Malang, Kediri, Sidoarjo Mas kebanyakan..” Pak Sis supir yg apal betul tempat makan enak itu memberitahu saya. Pak Sis sendiri asli Surabaya, dengan logat lumayan medok dan ceplas-ceplos, orang bilang khas orang setempat.

Sudah azan Dhuhur, jadi teringat bagaimana sholat Maghrib tadi malam terpaksa dijamak karena saya lupa. Sebaiknya saya shalat sekarang atau lupa lagi..

Cek..1.2.3..

June 4, 2010 on 2:15 pm | In Sibuk | 27 Orang SokKomentar

Suatu ketika, selepas Sholat Jumat diatas karpet yang nyenyak di Basement sebuah komplek perkantoran di Sudirman-Jakarta..

Sholat Jumat selesai..

Marbot pegang mic..

.

.
Pukul 12:40

cek..satu..dua..tiga..

cek..sattu..duaa…ttiga…

tcek..sattu..duaa..ttigaa…

tjcek..ssattuu..duwaa..ttigaa..

.

.

.

Pukul 12:48

.

.

.

Pukul 12: 51
cek..satu..dua..tiga..

cek..sattu..duaa..ttiga..

cek..sattu..duaa…ttiga…

tcek..sattu..duaa..ttigaa…

tcek..sattu..duaa..ttigaa…

tjcek..ssattuu..duwaa..ttigaa..

tjcek..ssattuu..duwaa..ttigaa..

.

.

.

Pukul 13:00

.

.

.
Pukul 13:06

cek..satu..dua..tiga..

ccek..sattu..duaa..ttiga..

ccceek..satttu..duaa…ttiga…

ttcek..sattu..duaa..ttigaa…

ttccek..sattu..duaa..ttigaa…

ttjjcek..ssattuu..duwaa..ttigaa..

tttjjccek..ssatttuu..duuwaa..tttigaa..

~X( ~X( ~X( ~X( ~X( ~X( ~X( ~X( ~X( ~X(

~X( ~X( ~X( ~X( ~X( ~X(

BBRRISSSIIIIIIIIIIIIIKKKKKKKK…!!!!!

*gagal tidur siang*

NGONTHEL! Boko

July 17, 2007 on 4:21 pm | In Sibuk, Hari ini | 36 Orang SokKomentar

Setelah rehat beberapa lama berolahraga, dan cukup jenuh berkopdar-ria :( akhirnya, keputusan bodoh pun kami sepakati dengan cara “mufakat” :)) Bersepeda ke alam candi boko jadi jawabannya. Kemarin sore, tanpa berpikir panjang, sepeda pinjaman di manfaatkan, waktu luang di pergunakan, teman nganggur disesatkan =)) Berkumpul di base camp condong catur pukul tiga sore waktu andong :)) akhirnya roda sepeda baru beranjak bergulir pukul empat lebih -mendekati setengah lima-, sudah tradisii… :D

Eh ya, lupa disebutkan, bahwa kru yang berangkat kali ini terdiri dari tiga ekor ;)). Saya yang menunggangi sepeda MTB pinjaman (thanks Bay! Sepedahnya buat saya?), didampingi sepeda klasik cap Hercules yang dikemudikan oleh Dipto yang berduet dengan Zam yang duduk diatas boncengan nan “menyiksa” dan mengancam “masa depan”. Siapkan “pelor” mu kawan! =))

Melintasi alam pedesaan condong catur nan sejuk *hallah!*, kami pun tak lupa mengabadikan perjalanan bersejarah umat manusia ini dengan kamera pinjaman (pula) :D Say cheese…!!!

Meninggalkan kawasan condong catur, sepedapun kami kayuh melahap lintasan beraspal mulus, ring road utara Jogja. Eitss tunggu! Demi keamanan pengendara, kami pun sempat berhenti untuk memasang sabuk pengaman memeriksa kondisi ban.

Setelah itu, tanpa basa-basi pembuluh darah di sepanjang kaki pun kembali berdenyut kencang kala sepeda melibas tanjakan di ring road, selanjutnya…poto lagiiii !!!

Setelah meninggalkan jalur lingkar utara Jogja ini, tidak banyak yang dapat kami ceritakan selain keringat yang mulai mengalir bagai gerimis mengundang *hayyah* :)) Pemandangan pun biasa saja, tiada yang special. Apalagi bagi mereka yang terbiasa melintasi jalanan Jogja-solo. Lalu, dimana asyiknya bersepeda jauh-jauh ke Candi Boko? Nanti dalam poto dan dongeng berikutnya kan kalian temukan jawabannya :-"

Kompleks Lanud Adisucipto, tobong gamping kalasan, ayam goreng mbok berek dan masjid yang berasitektur rusia (ato malah kata Zam mirip tetris? ;)) ) kami lewati. Setelah mengayuh beberapa lama, saya merasa dua cecunguk itu kok gak nongol-nongol :-/ Ternyata oh ternyata…mereka poto-poto dulu di depan masjid nan unik tadi :( Eh dasar!

Kompleks wisata candi prambanan ke selatan, melewati pasar prambanan yang masih terlihat beraktifitas sore itu. Nah! Siapa tadi yang nanya asyiknya bersepeda di tengah keramaian kota? :-/ Jawabannya adalah, antum kamu sekalian dapat menyaksikan kehidupan masyarakat nan majemuk. Bahkan toko maupun kios yang tak sempat terlihat kala bersepeda motor atau menaiki kendaraan roda empat pun akan dapat kita saksikan keberadaanya.

Contohnya? Papan penunjuk arah lokasi wisata candi yang berukuran kecil dapat kita sadari amat banyak bertebaran di sekitar kawasan prambanan. Papan penunjuk arah ini mungkin tidak dapat dengan jelas kita saksikan saat mengendarai motor atau mobil, apalagi ngebut :(.

Selain itu, tentu saja kebersamaan dan kerjasama untuk saling bergantian membonceng menjadi kenikmatan tersendiri saat bersepeda, bukan begitu Dab? :D

Nah, sampai juga di depan jalur masuk ke kawasan candi Ratu Boko. Sembari menikmati hangatnya keringat yang enggan berhenti mengalir, kami poto lagi :p. Dari arah jalan Prambanan-Piyungan, masih ada kurang lebih dari satu kilometer jauhnya menuju pintu masuk kawasan candi.

Hari masih cukup sore, masih terlihat para penduduk sekitar yang sibuk mengurusi sawah dan ladangnya. Anak-anak pun di tepi jalan menyapa ramah, apalagi melihat Zam yang mengenakan kain pel slayer sebagai bandana. Sambil berdiri, anak-anak itu pun menyapa kami dengan hormat ala upacara bendera, “Siap komandan!” :)) Tanpa segan kami balas, “Laksanakan!” =))

Penduduk nan ramah tanpa ragu kami sapa dalam perjalanan, “Monggo Pak..”. “Monggoooo…” sahut mereka. (Kok jadi kayak dongeng si kancil gini :-/ ). Mendaki jalanan aspal nan curam, betis kami tak kuasa mengayuh pedal sepeda layaknya atlet professional tour de france :(. Dan sepeda pun didorong ;)).

Lanjut terus meski kami mulai kelelahan. Akhirnya kesabaran kami berbuah wajah manis :p sampai juga di pintu masuk. Tiket seharga 7 ribu untuk seorang pengunjung dan 500 perak per kamera, akhirnya saya sadari cukup mahal untuk masuk ke kawasan candi Ratu Boko ini. Apa pasal? Candi Ratu Boko sedang mengalami renovasi, sehingga tak banyak yang dapat kami lihat diatas. Ah, semoga renovasi lekas selesai, dan situs wisata sejarah ini ramai dikunjungi wisatawan.

Kami tak kecewa. Selain keranjingan foto-foto sebagai gaya hidup =)) di atas pun terlihat pemandangan kawasan Prambanan dan jalan Jogja-Solo yang mulai nampak kerlip lampu kendaraan. Dibalut langit merah dan gemerlap lampu kota di kejauhan, lokasi situs sejarah Ratu Boko terasa tenang dan damai, atau cenderung seram :-o

Sayang sekali, banyak puing candi yang belum selesai dipugar, tak terasa waktu mulai beranjak petang, kami harus mengakhiri petualangan ini. Seusai solat maghrib, kami mulai berganti pasangan :-o. Sekarang giliran Dipto yang memboncengkan saya menuruni jalan aspal nan curam itu.

Jalur yang sama kami lalui saat berangkat kami tempuh berlawanan untuk kembali ke base camp condong catur :D. Setelah tongkat setang kemudi diberikan ke saya, gantian tubuh bongsor nan kumal itu yang saya boncengkan sampai depan bandara Adisucipto :)). Sekaleng minuman dingin menjadi pengganti ion tubuh yang hilang *hayyah promosi* setelah saya buang air usai mengalami proses anyang-anyangen karna menunggang sadel laknat Hercules itu :(

Sekian saja pandangan mata saya dari atas sepeda! Tunggu liputan petualangan bersepeda melintasi Jogja (NGONTHEL:Ngayogyokarto On The Wheel) berikutnya!

Ciao!!!

Eh, saya ikutan lomba blog lhooo…. :-" Ada yang mo ikutan juga? ;;)
Klik ajah disini…

Yup! Tirto Gumarang!

July 2, 2007 on 6:14 pm | In Sibuk, Hari ini | 20 Orang SokKomentar

Setelah dipecat dari UGM ;)) hari-hari saya isi dengan mbikin CV & cover letter ndomblong :D. Maklum, belum dapet ada kerjaan yang cocok :-". Namun, bukan DiditJogja-yang tersohor-nan gagah perkasa kalo gak ada ide ruar biasa :)). Mulailah jalan-jalan petualangan nan penuh penuh pemborosan tantangan, demi mengisi waktu muda yang konon penuh hura-hura amat berharga. :D

Tiga ekor pemuda harapan bangsa berkumpul di base camp pemberangkatan Condong Catur. Setelah perut terisi pepes lele, selanjutnya bokong saya yang di pepes :(. Lha pye to, bokong saya terhenyak tiap kali Yamaha Scorpio nungging yang dikemudikan Hadi dengan kecepatan tinggi melibas jalanan yang tak rata :-o. Bayangkan bila bokong anda duduk dan menahan beban tas carrier yang tak hanya berisi perbekalan, tapi juga terisi 6 (Enam!) kilo salak pondoh!

Konyol
Pendakian paling konyol :)). Pye gak konyol, lha wong mo ke puncak Lawu Hargodumilah kok batal, gara-gara Kapten Doyok capek duluan, setelah terpaksa mendorong Yamaha tuanya mendaki lekukan bukit-bukit tawangmangu =)). Karena Dipto udah ngos-ngosan, kami terpaksa nge-camp di deket pintu masuk Cemoro Sewu Taman Wisata Gunung Lawu.

ngos2an
Malam dingin diantara pohon rindang dan sinaran bulan itu sungguh penuh tawa. Adakah kerjaan lain yang lebih baik selain menertawai teman sendiri?! :))

dome

Pagi hari di kaki gunung lawu, setelah solat shubuh dan dibasuh air pegunungan yang dingin, kami nikmati perbekalan di depan tenda pinjaman ;)). Didampingi roti bakar, menyeruput kopi rasa soto mie jadi kenikmatan tersendiri.

kopi
Eh, ada penjual gorengan yang lewat lho! :-o Katanya, si Ibu penjual gorengan menjual dagangannya sampe ke puncak gunung! Jadi, para pendaki yang gagah dengan carrier yang menjulang tinggi jangan bangga kalo naik gunung ampe puncak. Karna si Ibu ini jualan gorengan gak bawa bekal apa-apa sampe puncak! Bahkan, konon jika kita mendaki melalui jalur Cemoro Kandang, kita bakalan ketemu ama penjual mie ayam! :-o

gorengan
Ajegile!
Karna mengaku -ngaku Pendaki tingkat-4 yang konon enggan mendaki ke puncak gunung karna tlah terbiasa :)), kamipun menebus perjalanan jauh Jogja-Magetan ini dengan mencari air terjun yang hilang *seghh..* Tirto Gumarang namanya. Curam! Begitu kata seorang Kapten Doyok Djatmiko :D. Sebenarnya gak jauh, cuman karna terjalnya jalan dan sempat kesasar ;)), makanya dua jam pulang pergi saya kira harga yang pantas.

blusukan
Menuruni medan, yang kalo istilah karya seni itu mix-media :)) dengan beralaskan sandal jepit pinjeman (thanks Dip!), saya sempat kepeleset beberapa kali. Mix-media? Ya! Dari jalan setapak semak yang nampak jarang terjamah kaki manusia, hingga turunan batu cadas ber-air ada semua. Fuh! Mau gak mau, menghindari kepeleset untuk yang kesekian kalinya, sandal jepit terpaksa saya copot, “nyeker” is the best!

setapak

nyeker
Rasa capek perlahan sirna mendengar gemericik air yang semakin jelas terdengar. Kami mendekati lokasi air terjun ! Disambut sungai kecil dengan kesegaran airnya, bibir manisku :p mulai tersenyum. Sampe juga ke air terjun Tirto Gumarang!

kali kecil

tirto gumaranga
Adegan selanjutnya adalah poto-poto! Selamat menikmati…. :D

yuwk..ganteng kan

gagah bo'

Paling membahagiakan melihat pelangi yang meliuk rendah di bawah air terjun. Maap, poto telah diedit disesuaikan norma yang berlaku… ;))

parno!!
Dengan bentuk tubuhku yang cut-brai kurang proporsional untuk seorang pendaki, saya ngos-ngosan juga untuk naik kembali ke base camp. Apalagi carrier 80 liter yang tadinya dibawa Hadi akhirnya “dipercayakan” ke saya! :( Kecapekan karna gak pengalaman bawa carrier segede gaban :)), akhirnya perjalanan kembali ke base camp harus diakhiri dengan misuh-misuh!

anjrit!

Trima kasih buat Bapak-Ibu nya Dipto atas sego rawon dan baksonya, lain kali lagi boleh deh..

Full !!!

May 18, 2007 on 10:24 am | In Sibuk | 49 Orang SokKomentar

Hah!! Bingung mo posting gimana :( yang jelas, bulan ini penuh sekali dengan acara kopdaran dan ….sok sibukā„¢ gitu deh.. :p Malahan, kopdaran yang dah lawas dari semarang pun kabrnya tidak sempat saya postingkan disini :(

Nah! Ntar kalo dah ada mood buat nulis, sya tuliskan lengkapnya, kalo sempet :p
Nih dia poto-poto acara kopdaran dan kumpul kebo kumpul selama sebulan ini.

semarang kopdar

Nah! Bis itu, malem minggu berikutnya, diajak kumpul ma anak-anak forum interclub jogja. Yahh, perayaan scudetto getoohh ;)) Eh, lumayan ada yang bawa snack =P~ Mak nyoss!!

inter

Laluuu….belum genap seminggu, kita ternyata diundang sama Depkominfo. Hah?! Depkominfo ngapain ma blogger segala?! Waduh! Di acara seminar sekaligus kopdaran tersebut :)) ternyata mbahas soal KONTEN! Deg-deg an juga seh semua. Sapa tau mo disidang di tempat :( Untungnya mereka bisa kita ajakin sedikit gila gituh,, ;)) Malah sempet diskusi, cealah diskusi :)) n poto bareng…

depkom

Eh! Malah diantara undangan, nongol juga guru jaman SMA dulu! :-o Waduh! Yahh…poto bareng deh :p Eh, akhirnya pak guruku,ngeblog juga :p semoga berguna seperti blogger guru yang lannya :D
pak jum

pak win

Nah loh!! Belum juga habis minggu ini, ternyata kami kehadiran blogger dari jakarte n makassar! Please welkom…Mas Bagus n Mas Hidayat!

mas bagus

Dan sekian laporan terakhir pandangan mata dari jogja :)
*drrttt…hape bergetar! Mas Lawni sms!*
Wah gawat! Tanda-tanda akan ada kopdar berikutnya!

=))

Tonight

March 9, 2007 on 11:05 pm | In Sibuk, Obrolan, Hari ini | 50 Orang SokKomentar

Jenuh. Insomnia ku kambuh lagi. Kelayapan pake motor. Nyungsep di warnet ini. Ketemu sama jagoan jeng-jeng yang satu ini. Malah diajak gabung beginian. :D
Belom lagi di bangunan samping Polsek Depok ini, ditawari :

” ada welcome drink gratis kopi apa teh mas?”

Kalimat dan nada yang sama ditawarkan ke semua penghuni bilik warnet ini.
Wah! Gak kreatip operatornya! tapi teteup doyan to yo! Gratis! :p

Wes ah, posting gak jelas gini, cuman mau menemani insomnia yang datang tak diundang…

Di Ujung Daun

March 6, 2007 on 1:51 pm | In Sibuk | 39 Orang SokKomentar

diujung daun

Sendiri

March 2, 2007 on 4:02 pm | In Sibuk | 13 Orang SokKomentar

just them

Next Page »

Powered by WordPress with Pool theme design by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds. Valid XHTML and CSS. ^Top^